Home  |  Event  |  Renungan  |  Berita  |  Tentang PUKAT  |  Hubungi PUKAT  |  

BASOKA
CAWAN GETSEMANI
MISA JUMAT KE-1
KEPEX
PBC

Renungan

MOTIVASI DALAM PELAYANAN

Perak atau emas atau pakaian tidak pernah aku ingini dari siapapun juga. (Kisah Para Rasul 20:33)

Ada banyak orang yang melayani Tuhan melalui pekerjaan Tuhan, baik di gereja maupun di tempat-tempat lain, tetapi tidak banyak yang memiliki motivasi yang benar dalam melayani. Melayani seharusnya dilakukan Untuk menyenangkan hati Tuhan, bukan untuk kepentingan pribadi.

Pelayanan seharusnya memiliki azas 'partisipatif' bukan 'kompetitif', kalau dasarnya adalah kompetisi, maka tidak heran kalau gereja berfokus kepada ABC, amount (jumlah jemaat yang banyak, kuantitatif), building (berlomba-lomba membangun gedung yang mewah dan nyaman) serta cash (persembahan dipakai sebagai ukuran gereja yang kaya).

Kalau yang dipakai adalah konsep partisipatif, maka satu sama lain akan saling membantu, saling mengisi dan menyadari fungsinya masing-masing sebagai bagian dari tubuh Kristus, di mana Yesus sebagai kepalanya.

Paulus adalah teladan yang patut kita teladani dalam hal melayani, dia tidak pernah mengingini apapun dari pelayanannya, apalagi menuntut sesuatu, sebaliknya dia rela menderita berbagai kesulitan, penderitaan bahkan siksaan dalam tugas pelayanannya.

Paulus bahkan mengatakan setiap aktivitas dalam hidupnya, dia lakukan untuk Tuhan, 'jika engkau makan atau jika engkau minum atau jika engkau melakukan sesuatu yang lain, lakukanlah semuanya itu untuk kemuliaan Allah'.

Dengan meneladani sikap Paulus, kita seharusnya memiliki sikap yang sama dalam melayani Tuhan, tidak untuk keuntungan pribadi, tidak mencari popularitas, tidak ogah-ogahan apalagi terpaksa, melainkan hanya untuk kemuliaan Tuhan.

Tuhan Yesus memberkati.


KETAKUTAN

Lalu kata malaikat itu kepada mereka: 'Jangan takut, sebab sesungguhnya aku memberitakan kepadamu kesukaan besar untuk seluruh bangsa.' (Lukas 2:10)

Salah satu permasalahan dalam hidup manusia adalah 'ketakutan' atau 'takut', apalagi situasi dunia sedang tidak menentu, baik secara ekonomi, politik dan keamanan.

Takut memang perasaan yang normal ada dalam diri manusia mengingat kehidupan itu sendiri sudah menakutkan, tetapi yang Tuhan mau kita lepaskan adalah ketakutan yang menguasai diri kita, kitalah yang seharusnya menguasai rasa takut. Jangan sampai rasa takut menguasai kita, ingatlah Yesus telah lahir ke dunia dan bagi Dia tidak ada yang mustahil Dia lakukan dan jika Allah di pihak kita, siapakah yang akan melawan kita?

Ancaman-ancaman dalam kehidupan membuat kita kehilangan rasa aman dan trust kepada orang lain, karena rasa takut menguasai kita. Yang perlu kita lakukan adalah 'taat' dan 'percaya' kepada Allah dan melakukan yang diperintahkan-Nya, seperti Maria yang berkata, 'Sesungguhnya aku ini adalah hamba Tuhan, jadilah padaku menurut perkataanmu itu.'

Kita harus mempraktekkan firman dalam hidup ini dan hidup berserah kepada-Nya.

Alkitab berkata, 'Sebab Tuhan Allahmu, Dialah yang berjalan menyertai kamu untuk berperang bagimu melawan musuhmu, dengan maksud memberi kemenangan kepadamu.' Daud percaya bahwa Tuhanlah yang menyertainya, 'Sekalipun aku berjalan dalam lembah kekelaman, aku tidak takut bahaya, sebab Engkau besertaku.'

Tuhan Yesus memberkati.


PENGAMPUNAN

Tetapi hendaklah kamu ramah seorang terhadap yang lain, penuh kasih mesra dan saling mengampuni, sebagaimana Allah di dalam Kristus telah mengampuni kamu. (Efesus 4:32)

Hari-hari menjelang Natal semakin dekat, nuansa merah hijau mendominasi pernak pernik Natal, lagu-lagu Natal terdengar di mana-mana, namun sayangnya banyak yang tidak memahami makna Natal yang sesungguhnya. Yesus datang ke dunia untuk menebus dosa-dosa kita, Dia mengampuni kita dari dosa, Natal berarti suatu karya pengampunan yang Allah lakukan di dalam Kristus.

Sebesar apa pun dosa kita, ketika kita datang kepada-Nya dengan hati yang hancur, tersungkur di kaki-Nya, mengakui segala dosa-dosa yang kita lakukan, kita mau bertobat dengan sungguh-sungguh, maka pengampunan telah tersedia bagi kita, Yesus berkata, 'Dosamu telah diampuni, imanmu telah menyelamatkan engkau, pergilah dengan selamat.'

Dia mengampuni kita, apapun latar belakang kita sebelumnya, apapun dosa yang kita lakukan, yang penting kita datang kepada-Nya dan bertobat.

Kita perlu menyadari tidak ada orang yang bisa hidup bebas dari dosa dan kesalahan, oleh karena itu, kita memerlukan pengampunan, Alkitab berkata, 'Upah dosa ialah maut'. Pengampunan punya daya ampuh yang hebat, melalui pengampunan, hidup menjadi damai, hubungan-hubungan dengan sesama dipulihkan, hidup menjadi lebih bermakna.

Tuhan Yesus memberkati.



   Home  |  Event  |  Renungan  |  Berita  |  Tentang PUKAT  |  Hubungi PUKAT  |