Home
    Agenda
    Kegiatan Rutin
    ::Renungan
    Tentang PUKAT
    Sejarah PUKAT
    Struktur Organisasi
    Personal Social Responsibility
    KEGIATAN
    Cawan Getsemani
    Forum Bisnis dan Intelektual
    BASOKA
    Malam Penyegaran Rohani
    Info Bursa Tenaga Kerja
    Misa Bahasa Inggris
    Seminar Bisnis
    Pukat Mandiri
    The Guidance
    Coffee Morning
    Hubungi Pukat


RENUNGAN

[Lihat AGENDA PUKAT selengkapnya di CalendarGoogle]

Berdoa Sampai Sesuatu Terjadi

Seorang laki-laki sedang tidur di pondoknya ketika kamarnya tiba-tiba menjadi terang, dan nampaklah Sang Juruselamat. Tuhan berkata padanya bahwa ada pekerjaan yang harus dilakukannya.

Lalu Tuhan menunjukkan padanya sebuah batu besar di depan pondoknya. Tuhan menjelaskan bahwa ia harus mendorong batu itu dengan seluruh kekuatannya.

Hal ini dikerjakan laki-laki itu setiap hari. Bertahun- tahun ia bekerja sejak matahari terbit sampai terbenam, pundaknya sering menjadi kaku menahan dingin, ia kelelahan karena mendorong dengan seluruh kemampuannya. Setiap malam laki-laki itu kembali ke kamarnya dengan sedih dan cemas, merasa bahwa sepanjang harinya kosong dan tersia-sia.

Ketika laki-laki itu mulai putus asa, si Iblis pun mulai mengambil bagian untuk mengacaukan pikirannya " Sekian lama kau telah mendorong batu itu tetapi batu itu tidak bergeming. Apa kau ingin bunuh diri? Kau tidak akan pernah bisa memindahkannnya."

Lalu, ditunjukkannya pada laki-laki itu bahwa tugas itu sangat tidak masuk akal dan salah. Pikiran tersebut kemudian membuat laki-laki itu putus asa dan patah semangat.

"Mengapa aku harus bunuh diri seperti ini?" pikirnya. "Aku akan menyisihkan waktuku, dengan sedikit usaha, dan itu akan cukup baik."

Dan itulah yang direncanakan, sampai suatu hari diputuskannya untuk berdoa dan membawa pikiran yang mengganggu itu kepada Tuhan.

"Tuhan," katanya "Aku telah bekerja keras sekian lama dan melayaniMu, dengan segenap kekuatanku melakukan apa yang Kau inginkan. Tetapi sampai sekarang aku tidak dapat menggerakkan batu itu setengah milimeterpun. Mengapa? Mengapa aku gagal?'"

Tuhan mendengarnya dengan penuh perhatian," Sahabatku, ketika aku memintamu untuk melayaniKu dan kau menyanggupi, Aku berkata bahwa tugasmu adalah mendorong batu itu dengan seluruh kekuatanmu seperti yang telah kau lakukan. Tapi tidak sekalipun Aku berkata bahwa kau mesti menggesernya. Tugasmu hanyalah mendorong. Dan kini kau datang padaKu dengan tenaga terkuras, berpikir bahwa kau telah gagal. tetapi apakah benar? Lihatlah dirimu. Lenganmu kuat dan berotot, punggungmu tegap dan coklat, tanganmu keras karena tekanan terus- menerus, dan kakimu menjadi gempal dan kuat. Sebaliknya kau telah bertumbuh banyak dan kini kemampuanmu melebihi sebelumnya. Meski kau belum menggeser batu itu. Tetapi panggilanmu adalah menurut dan mendorong dan belajar untuk setia dan percaya akan hikmatKu. Ini yang kau telah selesaikan. Aku, sahabatku, sekarang akan memindahkan batu itu. "

Terkadang, ketika kita mendengar suara Tuhan, kita cenderung menggunakan pikiran kita untuk menganalisa keinginanNya, sesungguhnya apa yang Tuhan inginkan adalah hal-hal yang sangat sederhana agar menuruti dan setia kepadaNya....

Dengan kata lain, berlatih menggeser gunung-gunung, tetapi kita tahu bahwa Tuhan selalu ada dan Dialah yang dapat memindahkannya. Ketika segalah sesuatu kelihatan keliru.... lakukan P.U.S.H. (PUSH = dorong)
Ketika pekerjaanmu mulai menurun.... lakukan P.U.S.H.
Ketika orang-orang tidak berlaku seperti yang semestinya mereka lakukan.... lakukan P.U.S.H.
Ketika uangmu seperti "lenyap" dan tagihan-tagihan mulai harus dibayar.... lakukan P.U.S.H.

P. Pray
U. Until
S. Something
H. Happens
PUSH = Pray Until Something HAPPENS!!
(Berdoalah sampai sesuatu terjadi)


P.U.S.H. = Pray Until Something Happens!

A man was sleeping at night in his cabin when suddenly his room filled with bright light and the Savior appeared. The Lord told the man He had work for him to do, and showed him a large rock in front of his cabin. The Lord explained that the man was to push against the rock with all his might. This, the man did, day after day.

For many years he toiled from sun up to sun down with his shoulders set squarely against the cold, massive surface of the unmoving rock, pushing with all his might. Each night the man returned to his cabin sore, and worn out, feeling that his whole day had been spent in vain.

Seeing that the man was showing signs of discouragement, the Adversary decided to enter the picture by placing thoughts into the man's weary mind: "You've been pushing against that rock for a long time, and it hasn't budged. Why kill yourself over this? You're never going to move it" —thus, giving the man the impression that the task was impossible and that he was a failure. These thoughts discouraged and disheartened the man.

"Why kill myself over this?" he thought. "I'll just put in my time, giving just the minimum effort and that'll be good enough." And that's just what he planned to do— until one day he decided to make it a matter of prayer and take his troubled thoughts to the Lord. "Lord" he said, "I've labored long and hard in Your service, putting all my strength to do that which You've asked. Yet, after all this time, I haven't even budged that rock by half a millimeter. What's wrong? Why am I failing?"

The Lord responded compassionately,

"My friend, when I asked you to serve Me— you accepted. I told you that your task was to push against the rock with all your strength— which you've done. Never once did I mention to you that I expected you to move it. Your task was to push. And now you come to Me— with your strength spent, thinking that you've failed. But is that really so?"

"Look at yourself. Your arms are strong and muscular. Your back sinew is mighty. Your hands are callused from the constant pressure;and your legs have become massive and hard. Through opposition you've grown much and your abilities now surpass that which you used to have. Yet you haven't moved the rock. But your calling was to be obedient and to push and to exercise your faith and trust in My wisdom. This you've done. I, my friend, will now move the rock."

At times, when we hear from God, we tend to use our own intellect to decipher what He wants. What God ACTUALLY wants is just simple OBEDIENCE and FAITH IN HIM. By all means, exercise the faith that moves mountains, but know that it's still God who moves the mountains.

P.U.S.H. = Pray Until Something Happens! When everything seems to go wrong, just P.U.S.H. ... When the job gets you down, P.U.S.H. ... When people don't react the way you think they should, P.U.S.H. ... When your money looks funny and the bills are due, P.U.S.H. ... When people just don't understand you, just P.U.S.H.




 Renungan Lainnya :